Jumat, 25 Januari 2013

MENDADAK SEDIH PART FAMILY



Entah tak tau ada apa dengan perasaanku kali ini, belakangan ini hatiku mendadak sedih, kadang aku nggak tau apa penyebabnya, kadang aku bingung dengan perasaanku ini, perasaan yang tiap harinya ceria, penuh canda tawa kini berubah menjadi murung, nggak tau apa lelah melanda dengan penuh kekecawaan, terfikir olehku akan hidup ini tentang ketidakadilan.


Aku sedih dan kecewa dengan keadaan rumahku, kecewa dengan putraku dan suamiku, apa  ini pantas atau nggak aku ceritakan akupun tak tau,  dengan siapa aku bercerita aku hanya menulis apa yang kurasakan, beberapa kebalakangan hari ini  aku merasa sedih dengan sikap putraku, memang dia masih kecil baru tujuh tahun, belum pantas disalahkan, dia suka melawan omonganku sering nggak nurut aku perintah ini itu suka membantah, suka melawan dengan cara yang kasar kadang aku sedih, mungkin dia belum pantas disalahkan karena dia terlalu kecil, tapi bukankan melentur buluh biarlah dari rebungnya ya kira-kira gitu dech pepatahnya, kalau salah tolong ajarkan, aku nggak mau anakku jadi anak yang kurang ajar dan nggak hormat sama orang tuanya, kadang ini salahku juga karena aku kurang perhatian sama dia, karena aku terlalu sibuk dengan kerjaanku di Kantor belum lagi mengurusi rumah beserta  penghuni didalamnya, aku nggak cukup waktu bersamanya, bagamana lagi hidup ini pilihan, mudah-mudahan ini nggak berlangsung lama, hanya pemberontakan sesaat oleh anak-anak yang pengen diperhatikan, mungkin aku harus merubah sedikit sikapku dan memberi waktu lebih kepada putraku semacam quality time bersama.


aku juga merasa sedih dengan suamiku  bahkan sedikit kecewa, aku merasa hidup sendiri dalam membesar, mendidik dan memberi kasih sayang anak-anakku, aku harus bekerja dikantor dan di rumah sekaligus, konflik waktu bagi pasangan yang dua-duanya bekerja mungkin sering dialami tiap pasangan, aku kadang lelah mau ngomong dan ngomel terus tentang ini, aku sudah bosan mengutarakan hal ini terus menerus, kadang aku merasa ditelantarkan, kami berdua sama-sama kerja, kita sama kerja dari  pagi hari dan pulang sore, kadang udah pulang kerja, dia pergi lagi dan malam baru pulang, kapan kita ada waktu bersama melihat perkembangan anak-anak, sedangkan aku harus mengurusi si baby yang masih kecil, bergadang jor-joran ketika sakit, belum lagi mengurusi putra sulungku yang super duper nakal, dari rewel ngerjain PRnya, dan segudang kekesalan yang dibuatnya, walau lelah aku bahagia bisa mengurusi putra-putraku, ini tugas dan tanggung jawabku sebagai seorang ibu dan seorang istri, aku jalani ini semua dengan hati yang ikhlas, kali ini  aku harus ekstra sabar dan hanya hal ini yang bisa kuperbuat, hal ini yang membuat aku bahagia, bahagia, melihat kelucuan dari mereka yang sedikit menghibur hatiku, apa aku salah menuntut ini itu, aku hanya pengen adil dan bahagia dalam malayari rumah tangga  dan tanggung jawab ini  bukan dipundakku sendiri, aku ingin kita beriringan bersama-sama dalam mendidik dan membesarkan putra-putra kita hingga dewa kelak, apa aku salah ya Allah ???
Astaghfirullah maafin aku Ya Alah hamba tidak mau menjadi orang yang mudah putus asa, mudah mengeluh dan nggak mau menjadi manusia yang khufur akan nikmatmu yang tak tau arti bersyukur, hamba hanyalah manusia yang khilaf yang penuh dosa, maafin aku ya Allah

to be contiuniued..................

5 komentar:

sabda awal mengatakan...

wah, sabar ya mbak, kalo masalah anak, coba datang ke psikiater, kalo masalah suami, saya ngga tahu, belum emnikah soalnya....

tetapi menulis sesuatu yang buruk untuk dikonsumsi publik juga ngga bagus kayaknya

Dunia Syaffa mengatakan...

terimakasih ya atas segala sarannya, moga kedepan menjadi pertimbangan, sekali lagi makasih atas nasehatnya ^_^

Dena Arta Putra mengatakan...

saya gak ngerti apa apa mbak,saya juga masih bocah ikut support aja deh

Dunia Syaffa mengatakan...

Okayyy dech, makasih ya dek atas suportnya

Aries_Bro mengatakan...

Anda harus Bersyukur...
Anda lebih lebih lebih beruntung dari saya...
Saya anak dari keluarga Broken Home...
dan kebahagiaan bersama keluarga tidak lagi pernah saya rasa...
iri melihat Orang2 yang bisa tertawa bersama keluarga...

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates